Rabu, 28 Oktober 2015

hurt

aku rindu ketika aku masih sangat naif...ketika segalanya tidak serumit ini...
ketika aku masih sangatlah aku, tanpa label tag dari society yang membuat sekarang  menjadi lebih rumit...
mungkin ini pertama kalinya,ketika aku berusaha mencintai seseorang,ketika di umur ku yang semakin dewasa aku mencoba menjadi lebih serius dalam menjalani sesuatu,yah mungkin ini pertama kalinya juga ketika aku harus mejatuhkan segala pilihan pada satu sosok...
sosok itu adalah dia

what's so great about him? what's so great about us? we are not greater than any realationship out there. kita hanyalah sepasang manusia yang menjadi satu dan mencoba berjalan bersama, layaknya pasangan kekasih lain. but when it comes to end, i can't hold myself....

berkali-kali aku jatuh menangis,tapi berkali kali juga aku mencoba berpikir logis,tertawa,berjalan layaknya manusia normal, tetapi ada satu moment yang tak bisa kusangkal...i miss him...a lot...i feel so fragile...he's like morphine, every pieces of me are craving his presence...
walaupun aku telah mencoba menghapus segalanya, aku tidak bisa benar-benar lupa akan segalanya, terkadang dia hanya akan datang sebentar,lalu menyisakan kerinduan luar biasa yang harus kutahan dengan tangisan...

but, what can i do?
perhaps you out there,...don't even think of me...
it's not me who don't realize that no matter what we can't be together...
it's just me who can't let you go from my heart yet...